DPP APEDI mengadakan kunjungan ke DPD Banten dan DPC Lebak pada tanggal 7-9 Agustus 2020 dalam rangka sinergi program bersama untuk kemajuan Desa. Pihak putra daerah Banten ingin menciptakan masyarakat melek internet dan berkeinginan kerjasama dengan DPP APEDI. Masyarakat banten menjadi tamu di rumahnya sendiri. 1.238 desa di banten. Ada beberapa yang blank spot wilayah tersebut, maka banten ingin menguasai Bumdes dengan layanannya. Maka ini akan dinaungi dibawah naungan Perseroan Terbatas (PT).

Perseroan Terbatas (PT) yang akan menaungi program di Lebak Banten Jadoel adalah PT DPD. Dpp akan kerjasama dg Miratel/ Telkom, Viasat, Measat, Hughes untuk program Jadoel.

Saran DPP adalah program smart desa dan akan dibundling dengan program 1 desa 1 atm, pomdes, apotek desa. Kebutuhan adalah 1 titik koordinat di desa setiap daerah dengan infrastruktur 1 desa 1 dengan 100-500 user. 40% untuk investor, bandwith kerjasama dengan bagi hasil dan ada pelatihan sertifikasi masing2 desa 2 orang sebagai tenaga ahli.

Pertimbangan untuk program backbond dengan satelit?
Tenaga yg dibagi yg terbaru 4G dan hampir menyamai Vo dan mereka sdh memodali untuk infrastruktur. Program ini dapat dicicil 3 thn dan low cost dan kewajibannya adalah mencari pasar (Bumdes dengan info grafis).
Ketua Dpc apedi lebak sudah berkenan mengumpulkan kepala desa keseluruhan, PRnya adalah selesaikan perizinan legalitas PT.

Tim IT Lebak awalnya mempunyai ide dengan turunan aslinya kesitu tp berangkat dr infrastruktur dl, dan pengalaman dg VO blm sama sekali gagal dan bekerjasama dengan Icon PLN. Ada schem Inoce per wilayah yg akan mencover cluster2 dan pertimbangan dg back bond adalah zero error.

Inti dari satelit sebenarnya hrs membuat data center dan proses download lebih cepat. Apabila tidak ada data center ini akan lebih mahal. Bisnis sebenarnya adalah di data centernya dengan menyiapkan dulu servernya. Namun mengenai hal ini jangan di blowup karena akan ada involve dari goverment.

Alasan dinaungi dibawah Perseroan Terbatas (PT) adalah untuk kemungkinan kebutuhan permodalan. Untuk estimasi per cluster biaya modal adalah 160jt/ desa, rata2 pasang 4 tower.

Untuk 1 claster jangkauannya di Lebak yg sdh berjalan dengan sifat Dusun ada yg didalam namun masih ada akses dan diluar atau dekat dengan kota, saat ini blm cover sampai dusun.

Jadoel Indonesia 1 data dan pointnya sdh menyambung dengan peranan masing2.

Mari bergerak bersama untuk memajukan Indonesia dengan Merajut Desa Membangun Indonesia.

  • Tatik Nurhalisah