CALL US
+62 821-1950-1818
WORKING HOURS
Sen. - Sab. 8AM - 16PM

Portfolio

Bangun Ekonomi di Desa, Pengusaha Deklarasikan Apedi

APEDI.ID – JAKARTA Para pengusaha di berbagai wilayah di seluruh Indonesia mendeklarasikkan lahirnya sebuah organisasinya yang diberi nama Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (Apedi). Resmi didirikan pada 12 Desember 2019, Apedi hadir sebagai bentuk kepedulian dari para pelaku usaha di seluruh Indonesia untuk mempercepat proses pembangunan desa sejahtera dan mandiri.

Presiden Apedi, Muhammad Irfan menyampaikan, sebagai organisasi yang independen, Apedi terpanggil untuk meningkatkan kontribusinya di dalam membangun ekonomi masyarakat di pedesaan. Apedi akan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi desa dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pelatihan dan pendampingan, kerja sama usaha dan kemitraan, investasi, hingga penelitian dan pengembangan potensi ekonomi desa.

“Melalui Apedi, kita ingin membantu masyarakat di desa mengembangkan potensi di wilayahnya masing-masing,” kata Muhammad Irfan usai acara deklarasi Apedi, di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan oleh Apedi di antaranya Program Jadoel (Jaringan desa online) untuk meningkatkan pendapatan desa melalui layanan desa online, program Awsem (antar-warung sembako murah) yaitu program warung sembako murah bagi masyarakat desa khususnya yang berada di wilayah desa-desa yang memiliki ketimpangan harga sembako yang cukup tinggi, dan penyediaan angkutan murah bagi desa, di antaranya melakukan kerja sama dengan PT ESEMKA (mobil ESEMKA) .

Program lainnya adalah Demen (desa mandiri energi), yaitu memanfaatkan sumber daya alam perdesaan untuk kebutuhan energi listrik di wilayah perdesaan yang belum tersentuh aliran listrik PLN, hingga program Dividen (Desa Investasi dan ekspor nasional) yaitu program yang mengupayakan pengembangan potensi produk-produk unggulan desa yang ditujukan untuk menangkap peluang permintaan pasar internasional atau ekspor.

Lahirnya Apedi juga diapresiasi oleh Staf Ahli Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Bidang Pengembangan Wilayah, Conrad Hendarto. Ia juga berharap lahirnya Apedi bisa ikut membantu mensukseskan program-program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Semangat Apedi ini sangat luar biasa dalam upaya mensejahterakan desa dan mengentaskan kemiskinan di desa. Upaya ini memang harus kita lakukan bersama-sama antara pemerintah dan juga para pelaku usaha,” kata Conrad.

Pada deklarasi Apedi ini, hadir perwakilan dari 24 DPD (dewan perwakilan daerah) dan 121 DPC (dewan perwakilan cabang kota/kabupaten). Apedi beranggotakan pengusaha perorangan, pengurus BUMDes, hingga aktivis desa.

Categories
AllEscortAllEscort
error: Alert: Content is protected !!