Portfolio

Musda Pertama dan Pengukuhan Pengurus DPD Serta DPC Apedi Se-Jateng

Presiden DPD Apedi Provinsi Jateng Muhamad Ismail Zulkarnain menyerahkan SK DPC Apedi se-Jawa Tengah, salah satunya Kabupaten Purworejo, dimana Akhmad Yahya ditunjuk menjadi Presiden Dewan Pimpinan Cabang Apedi Kabupaten Purworejo, bertempat di Hotel Dian Candra, Wiradesa Pekalongan, Minggu (19/01/2020).

Pada kesempatan itu,. Ismail menyampaikan beberapa Program Apedi yang akan dimulai awal Februari 2020, diantaranya yaitu Program Desa Awsem (antar, warung sembako murah), yakni pertama program bundling sewa kendaraan, pembuatan pick point ekspedisi di setiap desa, dan sembako murah (beras, terigu, minyak goreng).

Kedua, melalui DPD Apedi akan membangun dealer Esemka Bima, dimana DPD bisa menyewakan ke BUMDes dengan deposit 12,5 jt, per bulan 3 jt, selama 5 tahun (di luar ongkir, harga mungkin berubah). Ketiga, setelah 5 tahun, deposit bisa diambil atau tukar mobil.

Keempat, keunggulan sewa, tidak perlu keluar biaya service, asuransi, tiap bulan juga ada cuci mobil gratis, kalau kerusakan karena user, cukup ganti jasa service saja, tidak perlu mengganti biaya spare part. Kelima, per 10 unit pesanan, baru dieksekusi, dan akan dibuatkan bengkel Ssemka, dengan ketentuan dari DPC menyediakan tempat dan mekanik, Esemka memberikan peralatan, spare part, dan pelatihan mekanik (DPD memberikan data seluruh jenis mobil di kabupaten, agar kita drop spare part semua jenis mobil tersebut agar bisa melayani mobil non Esemka)

Keenam, untuk DPC yang memesan hingga 50 unit, kita akan kerjasama untuk membangun semacam rest area seluas 20 Ha, Daerah menyediakan lahan, investor akan membangun  pom bensin, bengkel, dealer, motel, marketplace untuk BUMDes, sistem pembagian saham. Konsep ini kita sebut 3S, termaksud jugs gudang untuk membeli hasil bumi dari petani dan kita salurkan

Ketujuh, setiap desa, cukup membayar membership 150 ribu, menyediakan timbangan, dan mencetak spanduk, sudah bisa menjadi kantor ekspedisi desa, sedangkan DPC menyediakan cabang ekpedisi untuk menerima seluruh paket dari desa. Dan kedelapan, kita juga support warung atau bumdes agar bisa dapat harga pabrik, untuk setiap daerah akan berbeda, saat ini untuk sembako kami baru sanggup di Jawa, doakan untuk daerah lain secepatnya.

Selain itu juga ada Program prioritas Apedi, yakni Jadel (jaringan desa online). Adapun bentuk program adalah unit usaha penjualan bandwith ke warga melalui bumdes/unit bisnis desa ke masyarakat. Harga per bulan kisaran 75 hingga 200 ribu, sesuai kecepatan.

Khusus untuk satelit di kisaran 200 hingga 300 ribu perbulan (intranet 20 GB, free voice call dan send data satu desa, kalau 1 kabupaten pakai, berarti free 1 kabupaten). Include aplikasi untuk transaksi online, markeplace untuk memasarkan produk, bayar pulsa listrik, hingga sembako.

Kemudian By request bisa dibuatkan aplikasi layanan desa dan laporan dana desa online yang bisa dilihat oleh warga. Kelebihan Jadoel, selama masih dalam area desa kita bisa online, bahkan jika ke desa tetangga juga memakai jadoel, maka user tetap bisa online layaknya GSM, dan menghubungkan seluruh desa dalam Jadoel, dan juga sekolah-sekolah.

Tentang teknis program yakni 1 desa menyediakan 2 tenaga ahli untuk dilatih maintenance alat dan jaringan, serta digital marketing sebagai tenaga pemasar produk2 desa. Desa berkomitment untuk membayar infrastruktur internet, senilai 195 jt untuk jaringan fiber, pembayaran dapat dibayar maksimal 6 bulan setelah pemasangan

Selanjutnya. desa yang telah melunasi pembayaran infrastuktur, akan mendapatkan bagi hasil 70% untuk BUMDes perunit bisnis, 30% rekanan DPD Apedi sebagai pengelola lokal. Sebelum ada pelunasan infrastruktur maka tidak ada bagi hasil bagi desa. Proyeksi omzet, 300 user dengan harga 150ribu perbulan itu bisa menghasilkan 45 juta, bersih di 15 juta perbulan.

“Format kerjasama MoU bisa diminta ke Direktur 2 atau Pak Andries. Untuk satelite, infrastuktur bisa dicicil selama 3 tahun maksimal, infrastuktur lebih murah dibanding fiber optik, tapi perkiraan harga saya belum dapat,” ungkapnya.

Musda ke: 1 dihadiri oleh perwakilan DPP, DPD, serta dari unsur DPC Kab. Pekalongan, Kab Magelang, Brebes, Pemalang, Purworejo, Kab Blora, Kab. Kendal, Kab. Karanganyar, Kab. Banjarnegara, Kab. Banyumas, Kab. Batang, Kab Wonogiri, Kab. Sukoharjo, Kota Pekalongan, Kab. Grobogan, Kab.Temanggung, Kab Tegal, Kab. Demak, dan Kab. Semarang

Categories
error: Alert: Content is protected !!